Tari Dolalak dari Purworejo Tampil Di Yogyakarta

Fendi Kurniawan 26 Juni 2012 1
Tari Dolalak dari Purworejo Tampil Di Yogyakarta

Belakangan ini kebudayaan Negeri ini sedang banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan, karena beberapa kebudayaan diklaim oleh Negara tetangga, Malaysia. Kebudayan-kebudayan itu dianatranya Reog Ponorogo, Angklung, Rasa Sayange lagu daerah Maluku, dan yang masih hangat-hangatnya yaitu tarian Tor-tor, dan alat musik Gondang 9 dari Mandailing, Sumatra Utara.

Tari Dolalak sedang Performace di IECF 2012

Tari Dolalak sedang tampil di IECF 2012

Kita sering menyalahkan Pemerintah di Negeri ini, karena kurang tegas terhadap Malaysia yang sudah banyak mengklaim kebudayaan dari Bangsa Indonesia, dan terlihat Pemerintah acuh tak acuh terhadap maslah ini. Namun di satu sisi kita sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki kebudayaan tersebut, apakah sudah merawat dan melestarikannya?

Pada dasarnya perlu niatan baik dari masyarakat sendiri untuk merawat, dan melestarikan kebudayaan sendiri agar tidak lagi ada pengklaiaman oleh pihak tertentu, ataupun musnah ditelan oleh zaman. Seperti halnya yang dilakukan oleh Mahasiswa Purworejo yang ada di Yogyakarta, yaitu dengan mengikutsertakan Tarian asli Purworejo, Dolalak dalam acara International Etnic Culture yang diselenggarakan pada 22-24 Juni 2012 oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI) yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata (DISPAR) Yogyakarta di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. Dalam acara ini juga menampilkan tarian dari Daerah-daerah di Nusantara, juga Internasional.

Tarian Dolalak yang merupakan tarian asli Purworejo ditampilkan begitu bagus dalam event internasional tersebut. Para mahasiswa yang membawakannyapun dengan sangat bangga dapat mewakili daerahnya untuk tampil dan mensosialisasikan kebuudaan dari daerahnya sendiri kepada masyarakat luas. Hal ini memang harus dilakukan terus-menerus agar dapat menjadi teladan bagi pemuda Daerah lain untuk mencintai, dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki.

Jangan sampai kita menyalahkan Negara lain yang mengklaim budaya kita, sementara kita sendiri tidak mau merawat dan melestarikannnya, dengan kata lain menyesal setelah kehilangan. Dalam hal ini peran serta Pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk merawat dan melestarikan kebudayaan di Negeri ini. Karena Negara yang besar adalah Negara yang mencintai budayanya sendiri.

 

Comments

comments

1 Komentar

  1. irwanlicious 27 Agustus 2012 pukul 18.49 - Balas

    Manteb…

Beri Komentar