Nonton Karnaval Purworejo, 29 September 2012

Muhammad Khoirudin 21 November 2012 1
Nonton Karnaval Purworejo, 29 September 2012

Siang itu kota Purworejo begitu panas, terik panas matahari begitu menyengat kulit. Sejak pukul 12.30 warga Purworejo berbondong-bondong menuju pusat kota, yaitu alun-alun Purworejo, untuk menyaksikan karnaval yang sudah menjadi agenda rutinitas masyarakat Purworejo. Tampak di tepian jalan warga berdesak-desakan menunggu rombongan karnaval melintas, sepertinya mereka tak menghiraukan kulitnya yang semakin gosong tersengat panasnya matahari. Dari anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan kakek-kakek dan nenek-nenek pun tak mau melewatkan event ini, sebuah tradisi yang setiap tahunnya selalu diselenggarakan ketika hari jadi Kota Purworejo atau HUT RI.

Pandangan banyak orang terfokus menuju pada ruas jalan menunggu sekerumunan orang yang penuh kreasi melalui imajinasi-imajinasinya menampilkan suatu bentuk yang luar biasa untuk dipertontonkan kepada khalayak banyak. Pandangan mata itu begitu penuh harapan, tapi setelah lama menunggu akhirnya penantian yang lama itu terbayar juga, terdengar suara sirine memekik keras menerobos suasana gaduh, tampak mobil polisi memimpin iring-iringan karnaval. Terlihat raut wajah insan-insan itu tersenyum, terpana, terpesona, kagum memandang barisan karnaval berjalan di depan mata mereka.

Barisan paskibra dengan gagah membawa bendera merah putih berjajar rapi berjalan perlahan tapi pasti, layaknya pemerintahan kita yang sedang menata negeri ini menuju kemakmuran. Mereka menggunakan seragam putih sebagai simbol Negara kita yang bersih, Negara yang cinta damai dan Negara yang bersih dari korupsi. Merah putih yang berkibar terhempas angin siang itu juga mengobarkan semangat juang jiwa-jiwa muda untuk bangkit membangun Negara, dan menghapus citra buruk yang tidak sepantasnya kita sandang. Sepertinya suasana karnaval menghanyutkan para penonton, masalah-masalah yang sedang melanda penonton hilang sementara, melihat betapa megah dan eksotisnya acara karnaval di tahun 2012 ini.

Tidak lama kemudian mobil yang telah didesain sedemikan rupa menyusul iring-iringan karnaval pejalan kaki, hiasan bunga warna-warni ditambah berbagai bentuk konstruksi  yang menarik sengaja dibuat untuk  menambah nuansa keindahan pada mobil karnaval. Sering terlihat tulisan-tulisan pada mobil karnaval itu mengucapkan selamat kepada Purworejo yang di bulan oktober nanti akan merayakan hari jadi yang ke 1111. Dalam karnaval ini kesenian tradisional juga dipertunjukan, seperti  ndolalak dan kuda lumping. Ada yang menampilkan kesenian tersebut di atas mobil bak terbuka, ada juga yang jalan kaki. Personil drum band juga tak mau ketinggalan dalam acara karnaval ini, mereka dengan kompak menyajikan irama musik yang indah dan nyaring dengan dipimpin mayoret.

Acara karnaval ini, anggota karnaval pelajar SMA berjalan terlebih dahulu kemudian disusul anggota karnaval umum, sehingga tampak teratur. Namun ketika menjelang akhir karnaval  tampaknya jarak antara personil karnaval terlalu jauh, yang menyebabkan penonton menganggap bahwa karnaval sudah usai, akhirnya penonton berhamburan pulang . Diantara mereka ada yang terburu-buru karena ada yang takut tidak dapat angkot karena hari sudah sore, selain itu biasanya pada acara karnaval seperti ini angkot selalu penuh sesak.

 

Comments

comments

1 Komentar

  1. Wahyu 22 November 2012 pukul 14.20 - Balas

    makasih mas Khoirudin atas tulisannya yang sangat menarik, jadiseperti mengikuti keramaian acara itu, padahal saya di Jakarta. Jadi kangen sama Purworejo…

Beri Komentar