Museum Tosan Aji

M. Khayatul Khikam 22 Mei 2012 0
Museum Tosan Aji

“Penasaran dengan jenglot” hal pertama yang mendasari ketertarikanku mengunjungi Museum Tosan Aji. Alhasil Senin, 13 Februari 2012, bergegas langkahkan kaki jenjangku menuju Museum Tosan Aji yang berada di Jalan Mayjend. Sutoyo No. 10. Aku ingin melihat secara langsung bentuk jenglot yang katanya lumayan serem.  Sayang seribu sayang ketika sampai di lokasi ternyata jenglotnya telah diambil lagi oleh pemiliknya. Pertama, yang dirasa memang menyebalkan, akan tetapi begitu melihat-lihat dalam museum, ternyata dapat menikmati benda-benda bersejarah yang berhasil dirawat dan diabadikan oleh Museum Tosan Aji. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp.1000,00 untuk membeli karcis, kita dapat menikmati berbagai peninggalan sejarah yang berada di museum.

Samurai dari jepang dan pedang pajajaran

Museum Tosan Aji diresmikan pada tanggal 13 April 1987 oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa tengah Bapak Ismail. Lokasi museum pada waktu itu terletak di Pendopo Kawedanan Kutoarjo. Pada tanggal 10 Juni 2001 oleh Pemerintah Kabupaten dipindah dari Kutoarjo ke kota Purworejo menempati bangunan bekas Pengadilan Negeri pada zaman Belanda, yaitu di jalan Mayjend Sutoyo No. 10 atau sebelah selatan alun-alun Purworejo. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mewujudkan lokasi terpadu beberapa bangunan bersejarah, seperti Masjid Agung Darul Mutaqin di sebelah barat alun-alun dengan Bedug Pendowonya terbesar di Indonesia mungkin di dunia, dan Museum di sebelah selatan.

Gamelan Bupati Pertama Purworejo

Museum Tosan Aji merupakan museum khusus yang menyajikan satu jenis koleksi yaitu Tosan Aji (keris). Tosan Aji merupakan salah satu hasil budaya bangsa sebagi warisan nenek moyang yang menunjukan salah satu identitas budaya bangsa. Suasana di museum ternyata didesain sedemikian rupa agar seakan-akan menikmati alam bersejarah kota Purworejo. Alat, bahan, dan keris yang sudah ada disajikan tepat di ruang paling depan, kita dapat pertama kali menikmati dan mengetahui proses pembuatan keris budaya leluhur bangsa.

Fosil batu kayu

Seiring perkembangannya, Museum Tosan Aji tidak hanya menyajikan koleksi Tosan Aji saja, namun juga menampilkan berbagai koleksi benda cagar budaya yang banyak ditemukan di wilayah purworejo, baik pada masa prasejarah maupun masa klasik. Koleksi cagar budaya menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Disamping pengetahuan yang diperoleh ternyata ketakjuban juga dengan kekayaan alam yang dimiliki kota Purworejo.

Koleksi pusaka yang dimiliki lebih dari 1000 bilah terdiri dari keris, pedang, tombak, kujang/kudi, Cundrik Granggang yang berasal dari masa Kerajaan Pajajaran, Majapahit hingga sekarang, dan tersimpan pula benda-benda cagar budaya lainnya seperti Gamelan Kuno Kiyai Cokronegoro, hadiah dari Sri Susuhan Paku Bowono VI kepada Bupati Purworejo Pertama Cokronegoro serta arca, prasati, lingga, yoni, fragmen lumping, guci, beliung, batu gong, gerabah menhir, dan fosil.

Duplikat arca goa seplawan

Museum Tosan Aji Purworejo pada setiap tangal 1 Muharam/ 1 Syuro mengadakan kegiatan jamasan Tosan Aji dan Ruwatan Massal yang didahului dengan kegiatan Kirab Pusaka Kabupaten Purworejo pada malam 1 Syuro serta melayani jamasan pusaka dari masyarakat luas. Masyarakat bisa menitipkan benda-benda pusakanya agar bisa dibersihkan, agar terawat tahan lama dan tambah gagah tentunya. Selain itu, di Museum Tosan Aji sering dilakukan lomba-lomba maupun pentas budaya seperti karawitan.

Puas sudah rasanya. Walaupun gagal melihat bentuk jenglot akan tetapi, bisa menikmati budaya bangsa yang ada di kota Purworejo. Budaya yang patut kita pandang dan abadikan sebagai kekayaan bangsa kita.

Oleh:  Khikam

Comments

comments

Beri Komentar