Bruno Jazz Momentum Perkenalkan Purworejo Kepada Dunia

0
99
Bruno Jazz (Rp/Agam)

Reviens Purworejo –  Sudah banyak  pagelaran musik  digelar di Purworejo, namun, Sabtu (17/11) Alun-alun Purworejo, menjadi saksi ada warna lain malam itu, nuansa berkelas dari tata lampu, kekuatan sound system dan skill para musisi yang tampil di panggung. Dalam kesempatan kali ini Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan suguhan hiburan berbeda dan menarik bagi masyarakat Purworejo.

Sederet  musisi Jazz dan Blues tampil menghibur masyarakat Purworejo  menampilkan  JB Blues (Yogyakarta), SoJazz Society (Semarang), Jazz Sor Ringin(Semarang), Purworejo Blues Squad (Purworejo), dan sebagai pemuncak acara Glu Quintet dari Jakarta, featuring Kgomotso Xolisa Mamaila, vokalis Jazz asal Johannesburg – Afrika Selatan.

Kehadiran musisi perkusi kawakan Adi Prasojo, malam itu jelas menjadi magnet tersendiri buat masyarakat Purworejo. Penampilan Purworejo Blues Squad yang kental dengan genre Blues dipenuhi iringan suara gitar yang menyayat mengingatkan Gary Moore dengan Still Got The Blues-nya. Disusul JB Blues, So Jazz, Jazz Sor Ringin memanaskan  para penonton yang berdiri di depan panggung meski turun rintik hujan. Demi menanti Glu Quintet feat. Kgomotso Xolisa Mamaila, penonton tetap mencoba bertahan, beberapa memang terlihat berlarian mencari tempat berteduh. Saat intro dan lighting menyala impresif, munculah sosok sexy berbalut pakaian warna Coklat, itulah Kgomotso Xolisa Mamaila. Sontak para penonton bersorak dan bergoyang menyambut Intro yang dimainkan Glu Quintet, yang tadinya berteduh pun lantas berlarian mendekati bibir panggung.

Lagu Feelin Good langsung menghentak menggoyang para penonton yang mulai hangat di tengah gerimis hujan malam minggu yang punya atmosfir beda kali ini. Kgomotso seakan mengambil hati dan mengajak berinteraksi dengan sedikit bahasa Indonesia, “Selamak malam Purworejo, terima kasi sudah mau datang di sini miski hujan!” katanya di sambut akrab para penonton.  Dilanjutkan dengan lagu Golden dan Uno Tegesi makin membuat suasana panas, apalagi tarian Afrika diusungnya dii atas panggung. “ she s Funny and sexy…!” kata Lila, salah satu penonton berkomentar memuji Jazzer asal Afrika Selatan itu.

Permainan  dan skill para punggawa Glu Quintet yang berkelas sangat terlihat diatas panggung yang kekuatan sound system 25.000 Watt dan Lighting 6.000 Watt makin menggugah decak kagum. “Ini memang berkelas, mantaaaap banget!” kata Agus Zarava, Drummer Katarak Band lokal Purworejo yang malam itu datang bersama teman-teman musisi.

Kgomotso Xolisa Mamaila (Rp/Agam)

Di atas panggung sebagai pemuncak mereka terus menggeber lagu Please Don’t Stop…sesekali diisi insert cover lagu Indonesia ..Aku Malu Intermezzo dan Kesempurnaan Cinta yang lumayan bagus dilidah Jazzer asal Afrika Selatan itu. Dilanjutkan dengan Don’t Worry mix I Will Always Love You. Dan sebagai Gong lagu terakhir adalah Hot Hot yang dibawakan sangat interaktif, Kgomotso mampu memancing penonton untuk ngobrol dan bergoyang. “So what do ya feel tonite? You ve to scream ..Hot Hot!” teriak ibu dari gadis bernama Veve ini disambut teriakan penonton. Malam itu benar-benar terasa Hot ditengah rintik hujan yang membuat romantik kedekatan yang tak berjarak.

Inilah momentum emas  musisi jazz kondang semalam mengawali rentetan kegiatan Road to Bruno Jazz 2019, konser akbar berkelas yang akan digelar di Kecamatan Bruno tahun 2019 mendatang. Hadirnya bintang tamu dari luar daerah menjadi pelecut agar event pemanasan ini mampu menggugah para penikmat musik jazz. Kedepan Bruno Jazz yang rencana kita gelar pada Februari April di Kecamatan Bruno, wilayah indah dengan Gugusan Pegunungan Menoreh  itu mampu memberikan tontonan berkelas di Purworejo, tandasnya, ini menjadi tonggak awal agenda festival ini berlangsung setiap tahunnya.

Dalam Jumpa Pers yang digelar Sabtu siang di Hotel Ganesha Purworejo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo menjelaskan,“Gelaran Bruno  Jazz merupakan awal dari rangkaian kegiatan yang direncanakan antara Februari – Maret 2019. Puncaknya  akan digelar di Kecamatan Bruno!” jelasnya.

Banyak pemusik Purworejo yang sampai saat sekarang aktif diluar kota. Diawali dengan kegiatan Roud to Bruno Jazz, diharapkan pemusik dari berbagai genre bisa melakukan aktivitasnya dikota sendiri. Bruno Jazz yang tampil malam ini ,akan memberi kesempatan pemusik setempat untuk ikut tampil.

Kgomotso Xolisa Mamaila (Rp/Agam)

Agung menjelaskan, bahwa nama Bruno diangkat untuk makin memperkenalkan ke khalayak luas, sebab kawasan Bruno merupakan titik dari segitiga emas Borobudur – Dieng – Yogyakarta yang sudah tenar di kalangan wisatawan dunia. Menurut riset  dari Kementrian Pariwisata ada 200 trip wisatawan mancanegara yang berangkat dari Jakarta dan Bandung turun di Stasiun Kutoarjo menuju ke obyek wisata Dieng Wonosobo. Kelak diharapkan wisatawan tersebut sebelum sampai ke Dieng, singgah dulu di Bruno. Mereka akan lebih mudah melewati jalur Bruno. ” Itu sebabnya menuju Romansa Purworejo 2020, Bruno mulai digarap agar dapat jadi destinasi wisata yang dapat menarik banyak wisatawan. Banyak destinasi wisata di Bruno yang sangat menarik , hanya saat ini masih dalam penataan!” tambahnya. Sengaja panggung megah di setting  berlatar belakang bukit Bruno yang indah dalam tampilan Siluet sebagai penegas bahwa Bruno memang layak ditampilkan sebagai alternatif destinasi wisata.

Lebih lanjut Agung menjelaskan,” rencana pementasan Bruno Jazz di Bruno , akan menjadi PR buat kami, karena kendala akses medan yang cukup ekstrim, maka kami telah bekerjasama dengan berbagai komunitas  seperti  off roader 4×4, motor trail dll untuk mempermudah transportasi. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here