Ustadzah Mumpuni Handayayekti Bakar Spirit, Ceritakan Pengalaman Empiris di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo

0
231

Reviens Purworejo – Logat “Ngapak” Ustadzah Mumpuni Handayayekti (23th) menjadi senjata jitu menarik perhatian para siswa siswi SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo. Setidaknya selama sekitar 1,5 jam, mereka mendengarkan tausyah dengan tekun yang disisipi humor dialek khas Mbanyumasan. Namun humor itu tak berarti mengurangi esensi dari tausyah Juara 1 Ajang AKSI (Akademi Sahur Indonesia) 2014 yang ditayangkan di sebuah stasiun TV swasta nasional.

Ustadzah yang masih tercatat sebagai Mahasiwi STAIN Purwokerto asal Kroya – Cilacap ini cukup pintar membawakan materi tausyah siang itu Rabu (14/11) di halaman SMK YPE Sawungalih Kutoarjo. Tak hanya itu, pengalaman empiris masa kecil dan perjuangan hidupnya sesekali dikutipnya untuk mempertegas bahwa dirinya tak hanya mampu bicara namun tela membuktikan daya juang dalam keterbatasan. “Saya anak orang yang sederhana, masa kecil seperti anak-anak desa kebanyakan selepas sekolah sering membantu orang tua, mencari keong, merumput buat makan ternak Sapi!” katanya saat ditemui di sela acara.

Beberapa kisah perjalanan hidupnya diceritakan untuk memantik spirit dan memotivasi para pelajar yang antusias mendengarkan tausyahnya. Sesekali dalam dialog interaktifnya ustadzah ini mengajak salah satu siswa dan siswi untuk berani tampil di atas panggung, sekedar menjawab pertanyaan darinya. “Ayo siapa yang bisa menjawab pertanyaan, saya kasih uang Rp. 100.000,-?” pancingnya. Metode yang asyik untuk diterapkan dalam dakwahnya, yakni selalu update semua hal yang lekat dengan anak muda, dari istilah dan permasalahan yang sering dihadapi anak muda era kini. Wawasan dan referensi bacaan yang banyak menandakan dirinya aktif dalam budaya literasi.

Di Era Melenial yang dinilai serba permisif, dunia pendidikan haruslah selalu berpijak pada budaya dan akhlak mulia. Hal itu diterapkan oleh SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, salah satunya dengan mendatangkan Ustadzah Mumpuni Handayayekti untuk memberikan tausiyah atau ceramah keagamaan kepada 2000 audiens.

Kepala sekolah SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Tri Yulianto, S.Kom mengatakan bahwa ini adalah kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh sekolah, yaitu memperingati Maulid Nabi Muhammad.

“Tahun ini panitia mendatangkan Ustadzah Mumpuni Handayayekti, dimana Ustadzah ini tidak sekedar memberikan ceramah kepada anak, namun terlihat dari apa yang disampaikan dan juga respon anak-anak yang sangat aktif untuk menanggapi pesan-pesan yang diberikan terkait pengalaman dan pelajaran hidup,” kata Tri Yulianto S.Kom.

SMK YPE Sawunggalih adalah sekolah berbasis nasional dimana nilai-nilai toleransi keberagaman agama juga sangat dijunjung tinggi. Sekolah memberikan semua fasilitas dan tanaga pengajar untuk semua pelajar pemeluk agama. Fasilitasi kegiatan agama dan guru diberikan, diharapkan lulusan SMK YPE Sawunggalih mampu memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik di dunia kerja. Terlebih era milenial dimana kemajuan zaman semakin cepat dan banyak mempengaruhi kehidupan religi maupun realita.

Dalam pengajian yang digelar anak-anak juga mendapat tugas mencatat dan menjabarkan apa yang disampaikan Ustadzah., sebagai tugas sekolah dan juga bekal diri, ungkap Tri Yulianto, S.Kom.

“Terima kasih saya ucapkan kepada para staf pengajar dan Bapak Kepala Sekolah SMK YPE Sawunggalih, saya bisa ke sini dan berbagi cerita dengan banyak teman baru, saudara dan menjalin silaturahmi!” tambah Ustadzah Mumpuni.

Ustadzah juga mengingatkan agar semua pelajar selalu menjaga semangat juang walau dalam keterbatasan dan realita hidup yang kadang menyesakkan untuk meraih cita-cita. “Ikhtiar dan berdoa insyaalloh akan selalu ada jalan terang!”

Dirinya bisa menjadi seperti ini pula berawal dari semangat untuk selalu belajar tekun. Dimana dia suka dengan dunia seni budaya, baca puisi drama musik dan lain sebagainya, dari sana juga muncul keberanian untuk berbicara didepan umum hingga kini. “Kata anak sekarang, ikuti passion dan soul kamu dengan tetap menjaga adab dan akhlak yang baik, generasi era milenial punya cara sendiri dalam menjawab tantangan jaman juga dalam mempertahankan keimanan!” katanya mengakhiri obrolan. (agam))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here