Ratusan Seniman Muda Gelar Pentas Amal Untuk Korban Bencana di Sulawesi

0
402
Grup Jaran Kepang Wahyu Kudho Bekso asal Desa Krendetan - Bagelen tampil penuh improvisasi

Reviens Purworejo – Suasana pagi Car Free Day (CFD) Purowrejo berbeda kali ini, iring-iringan seniman berjalan memenuhi ruas jalan arena CFD. Mereka sudah siap dengan make up wajah dan pakaian lantas bergerak ke arah Amphitheater, Pojok Alun-alun Purworejo. Ratusan seniman muda dari 16 grup dari berbagai kelompok dan bidang seni pertunjukan yang utamanya dari kelompok seni pertunjukan tradisi dan musik modern menggelar pentas amal kemanusiaan bersama, Minggu, (21 /10). Hebatnya mereka secara suka rela swadaya dan mandiri mandiri untuk menggalang dana bagi para korban bencana alam di Donggala, Sigi dan Palu.

“Kesadaran untuk bersatu dan bersolidaritas merupakan usaha positif untuk menginspirasi dan menggugah warga masyarakat lainnya dalam ikut serta menjaga persatuan dan ikut memelihara kelangsungan kehidupan di atas bumi dalam mensyukuri karunia kehidupan yang sudah diberikan Tuhan kepada semua makhluk di bumi!” kata Wuri penggagas Aswahita Bagelen- Purworejo.

Beberapa komunitas seniman muda yang tergabung dalam Rampak Butoi Jiwo Rowo Gedruk, Rampak Barong Crew Waton Caplok, Rampak Buto KMB Sekar Laras Gedruk, Rampak Buto Margoyoso Putru Gedruk dan Topeng Ireng Putro Manunggal bermain dengan irama perkusi dan ditingkahi suara khas klinthingan Sapi di tangan dan kaki.

Sementara Jaran Kepang Wahyu Kudho Bekso Krendetan asal Bagelen yang dimainkan oleh anak-anak mudanya mempertontonkan gerakan ritmis nan artistik penuh improvisasi. Sedikit beda dengan tampilan jaran kepang yang sering kita lihat, Wahyu Kudho Bekso lebih progressif lincah tak membosankan. Sesekali terdengar suara Cemeti yang dicambukkan secara kompak dan penonton diajak berinteraksi dengan banyolan dan lontaran dialog para crew pemain musik. Tempat duduk di arena Amphitheater yang panas ditimpa sinar matahari pagi, tetap saja penuh oleh penonton. Mereka seperti melihat hiburan jaran kepang interaktif dan beda dari para pendahulunya.

Secara umum, aksi para seniman muda ini patut diacungi jempol. Mereka juga bersinergi dengan Pramuka Ubaloka Kwarcab Purworejo. Selain menjaga semangat berkreasi dan berkesenian, mereka secara ikhlas mendermakan apa yang mereka bisa untuk menghimpun donasi buat para saudara yang ditimpa musibah bencana di Donggala, Palu dan Sigi – Sulawesi. Banyak plus minus hidup di bumi Indonesia yang terletak di ‘ ring of fire’ hampir semua wilayahnya berpotensi bencana.

Mereka membawa kardus untuk menghimpun donasi

Di saat bencana terjadi, posisi kita akan sama dalam hal terdampak bencana. Untuk melakukan pemulihan (recovery), mutlak dibutuhkan kerjasama dari semua ‘stake holder’ untuk membantu sesama warga bangsa yang sedang terkena bencana, dalam memulihkan kondisinya. “Kita yang di sini masih bisa menghirup udara segar, berkumpul dengan kerabat, teman-teman di acara Car Free Day, tak ada salahnya juga sebagai self reminder memberikan empati, simpati dan bantuan dengan apa yang kita bisa!” kata Jono seniman Jaran Kepang sambil mengedarkan kotak kardus diantara para penonton.

Sekitar 8,5 Juta berhasil mereka himpun siang itu yang akan segera didonasikan kepada mereka yang ada di Sulawesi. “Seneng mas bisa berpeluh bersama, berkreasi bersama, bermain seni bareng dengan teman-teman dari berbagai komunitas dan bisa memberi arti dan kontribusi buat saudara yang tertimpa musibah!” tambahnya. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here