Pencuri Spesialis Sepeda Beroperasi Selama 1 Tahun, Ditangkap Saat COD

0
70
Pelaku ditangakap saat cod

Reviens Purworejo – Selama 1 tahun sepertinya aksi RHM (25 th) mencuri tanpa hambatan, tak ada yang merasa perlu melapor ke aparat setempat saat kehilangan sepeda. Ini yang menguntungkan dan membuat RHM ketagihan untuk mengulangi mencuri sepeda. Mungkin para pemilik sepeda menganggap harga sepeda tak terlalu mahal, hingga tak perlu melaporkan kepada aparat kepolisian. Dari banyak sepeda yang berhasil dicurinya, rata-rata semua hanya ditaruh begitu saja di teras rumah tanpa dikunci.

Namun petualangan RHM (25), warga Krajan, Mranti, Purworejo terhenti saat anggota sat rekrim Polres Purworejo menangkapnya. Dia kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Purworejo, setelah dipancing untuk transaksi online dan melakukan pertemuan untuk Cash On Delivery (COD) Jum’at (12/10) malam.

Dari tangan RHM, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, onderdil beberapa sepeda dari berbagai jenis, sepeda yang telah dicat dan berganti warna dari aslinya, kunci pas, serta cat semprot.

Menurut Kapolsek Purworejo, AKP Markotib, bahwa tersangka dibekuk polisi, saat bertransaksi dengan pembeli di alun-alun Purworejo, tanpa perlawanan. RHM melakukan aksinya selalu didahului dengan survey lapangan ke tempat sasaran di mana sepeda yang aka menjadi targetnya dipastikan tak terkunci dan mudah dibawa.

“Sebelum melakukan pencurian, tersangka melakukan survey lapangan dulu. Barulah malam harinya dia melakukan aksinya saat situasi sedang sepi. Sasarannya, sepeda yang ada di luar rumah,” jelas Markotib, didampingi Kasubag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariah.

Dari pengakuan tersangka, dia sudah melakukan pencurian sepeda setahun belakangan ini. Hampir setiap minggu melakukan 2 kali pencurian. Tersangka melakukan aksi pencurian di sejumlah wilayah Kota Purworejo. “Saya sepedaan terlebih dulu ke mana saja yang memungkinkan ada sepeda ditaruh begitu saja oleh pemiliknya, malamnya saya tidur lebih awal biar bisa bangun dini hari sekitar pukul 01.00 WIB!” kata pelaku mengakui.

Memang dirinya selalu membawa kunci pas untuk mengantisipasi sepeda yang dikunci, “Tapi rata-rata sepeda yang saya ambil tanpa dikunci dan ditaruh begitu saja di sekitar rumah!” tambahnya.

Sudah tak terhitung banyaknya sepeda yang didapatnya dari mencuri. Tak hanya sepeda bermerk, sepeda anak-anak dan balita saja disikatnya. Hasil dari aksi pencurian itu sementara disimpan terlebih dulu di gudang rumahnya. Ayahnya yang memang mengelola bengkel sepeda sempat bertanya, “Kok dapat banyak onderdil dan sepeda dari mana saja?” Dijawabnya singkat, “Dari rongsok pak!”

Barang bukti sepeda curian

Supaya aksinya tidak terlacak, tersangka mengoplos dan mengecat sepeda hasil curiannya. Sepeda-sepeda tersebut, dijual secara online melalui akun FB milik tersangka bernama Kiki Asiska. Dirinya memiliki 3 akun untuk transaksi online hasil curiannya. Sepeda-sepeda tersebut dijual dengan harga antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu perbuah.

Terakhir aksi tersangka melakukan pencurian, ujar Markotib, dilakukan di rumah Kuswanto, warga Tegalsari, Purworejo pada Sabtu (6/10). Dari sinilah, polisi berhasil mengungkap dan mengendus jejaknya. RHM lebih memilih sepeda, karena mudah mencurinya, dan mudah penjualannya. Hasil penjualan sepeda curiannya, digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 364 KUHP Jo pasal 64 ayat (3) atau pasal 362 KUHP, tentang pencurian biasa, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Markotib. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here