Kopdar Akbar Daihatsu Charade G10 Indonesia Ke- V Di Purworejo

0
137

Reviens Purworejo – Ratusan mobil tua Daihatsu Charade berbagai tahun produksi berdatangan ke Purworejo membanjiri halaman GOR WR. Soepratman Purworejo, Minggu (14/10). Mereka berasal dari berbagai kota untuk menghadiri gelaran Kopdar Akbar Daihatsu Charade G10 Indonesia ke-V.

“Hari ini kami bertemu lagi dengan saudara-saudara dari berbagai kota, setelah gelaran tahun lalu di Subang, kini giliran mereka menikmati atmosphere Purworejo dengan segala sambutan hangat dan keunikannya!” kata Gilang Sadewo (25th), pemilik Daihatsu Charade G102 Classy, Ketua Panitia dari Purworejo.

Ada 2 agenda pertemuan rutin buat para anggota yakni Kopdar Akbar dan Hari Ulang Tahun, yang digilir diadakan di beberapa kota untuk saling mempererat silaturahmi antar anggota.

Sekitar 400 mobil Daihatsu Charade sejak malam Minggu sudah memasuki Kabupaten Purworejo. Terlihat dari berbagai plat kendaraan seperti dari Jakarta, Bandung Raya, Solo, Semarang, Yogyakarta, Banjar Patoman, Tasikmalaya, Gresik, Surabaya, Tulungagung, bahkan dari luar Jawa. Seperti biasa, mereka saling melepas obrolan akrab, dihibur dengan musik organ tunggal irama musik dangdut. Beberapa lapak onderdil, asesoris mobil dan tshirt meramaikan gelaran rutin tersebut.

Daihatsu Charade yang diproduksi dari tahun 1979 – 1997 ini digemari oleh para kolektor diantaranya karena memang terbukti irit dan ekonomis, selain itu juga mudah mencari spare part jika salah satu onderdilnya harus diganti. “Kami sepakati untuk menjadi ketua harus memiliki Daihatsu Charade G10, meski seri ini bukan seri mahal namun cukup klasik dan legendaris!” tambah Gilang.

Dari produksi tahu, 1970 – 1997 itu ada berbagai seri G10, G11, G100 dan G102, yang paling punya nilai nominal tinggi adalah G102 produksi tahun 1990 an.

Daihatsu Charade CS G11 produksi taun 1984, milik Kancil Terot pengelola Bengkel Kaki Kaki Yogyakarta, datang dengan gaya khas seperti mobil Batman dengan pintu bisa diangkat ke atas dan gaya anak kota, ceper keser-keser hanya asyik buat jalanan halus, dan audiocar yang siap berdentum nyaring.

Mobil ini mejeng di depan panggung hiburan bersanding dengan para pasukan joget saat irama musik dimainkan. Ada lagi yang bergaya khas Batik Jawa motif Parang Rusak menghiasi bagian depan kap.

Yang rada ekstrim, mobil berdandan Rusty, dengan seluruh cat dikelupas dan dibiarkan “telanjang” rentan diserang korosi. “Ya ini memang salah satu gaya Rusty yang sedikit ekstrim, korosi itu malah yang dicari, ada kesan klasik tak terawat seperti barang-barang junk and antique!” tambah Gilang.

Digelaran ini para anggota sepakat untuk menjaga persatuan da guyub rukun dalam silaturahmi. “Kita tetap guyub rukun sak lawase dadi sedulur, lawan isu perpecahan dengan tetap pererat persatuan dan kesatuan, guyub rukun antar anggota, sampai kapanpun!” tambah Gilang menyuarakan kesepakatan bersama.

Seperti slogan yang mereka usung “Tetap Akur Senajan Charade Ajur”. Dari Purworejo, sudah siap gelaran kopdar lagi pindah ke kota Cirebon. Sampai ketemu di Cirebon Februari 2019! (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here