Bawa Lari Motor Dengan Modus Operandi Pura-Pura Sebagai Pembeli

0
56
TFR di depan aparat Polres Purworejo (rp/agam)

Purworejo-Modus operandi klasik para pelaku kejahatan meskipun sudah sering dilansir media massa kembali merebakSatuan Resmob Polres Purworejo berhasil mengamankan TFR (38), pelaku penipuan dengan modus membeli sepeda motor. Warga Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang itu ditangkap pada Selasa (18/9) di Terminal Tidar Magelang.

Dalam melancarkan aksinya, TFR berpura-pura menjadi pembeli sepeda motor milik korban, Nur Hadiwamas (38), warga Desa Winongkidul, Kecamatan Gebang. Pelaku yang sudah akrab dengan pemilik warung kopi di Desa Pucang Agung Kecamatan Bayan sepertinya memang sudah menyiapkan niat jahat. Selama beberapa saat dirinya mencoba terlihat familiar dengan orang-orang yang sering mampir di warung tersebut. Lelaki satu anak yang baru pulang dari Kalimantan sebagai pekerja di areal perkebunan Sawit ini terus memantau kemungkinan untuk memperlancar aksinya.

“Saya bilang ke pemilik warung mau beli motor, siapa tahu ada kenalan yang mau jual, saya sudah siapkan uang buat bayar!” kata  TFR kepada ReviensPurworejo.

Saat proses transaksi di sebuah warung kopi Desa Pucangagung, Kecamatan Bayan, korban tidak menyangka bakal menjadi korban penipuan. Pelaku sebelumnya juga menanyakan STNK dan meminta untuk mencoba motor milik korban dengan alasan menguji oke tidaknya mesin. Tanpa rasa curiga, korban pun menyerahkan  kunci dan membiarkan pelaku menaiki motor miliknya. Namun ditunggu beberapa menit…jam dan kesimpulannya motor itupun tak pernah lagi kembali. Korban akhirnya melaporkan ke Polres Purworejo atas kejadian ini. Korban mengaku menelan kerugian sekitar Rp. 9.500.000,-.

Kasubag Humas Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariyah SH, menjelaskan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi No : LP/B/19/IX/2018/JATENG/RESPWR/SEKBYN. Pelaku berhasil diringkus tidak lama setelah kejadian penipuan berlangsung.

Dari tangan pelaku kita amankan barang bukti sepeda motor Suzuki Satria FU Nopol AA 2239 LL dan satu buah STNK motor itu. Pelaku kemudian kita amankan di Polsek Bayan. Motor ini juga dipakai pelaku sendiri,” ujarnya saat gelar press realese di Polsek Bayan Purworejo.

Pelaku mengaku terpaksa melakukan perbuatan tersebut lantaran hasrat besarnya ingin memiliki sebuah sepeda motor. Niat pelaku, motor curian tersebut akan diperuntukan guna berjualan sayur keliling.

Selepas pulang dai rantau saya belum punya kerjaan, paling ya bantu orang tua ..mau kerja belum  punya modal …maunya buat beli sepeda motor. Kalau punya motor buat usaha dagang sayur keliling.” katanya.

Pelaku tak berkutik saat ditangkap dan mengaku menyesal dirinya siap menebus aksi jahatnya di belik jeruji sebagai orang tahanan. Atas perbuatan itu pelaku terancam dikenai pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here