Dobrak Aroma  Mistis 1 Muharram  Warga Argopeni Gelar Sunatan Massal Gratis

0
174

Reviens Purworejo,  Kutoarjo – Sunatan Massal yang melibatkan ratusan anak sebagai peserta sunat, kembali digelar tanggal 1 Muharram  1440 H  (2018).  Gelaran  yang telah menjadi acara tahunan secara periodik ini digagas oleh Drs. H. Soegito, seorang kontraktor yang bermukim  di Perumahan Argopeni Kelurahan/Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Dirinya  memfasilitasi khitanan massal gratis bagi anak-anak kurang mampu dari berbagai wilayah.

“Mekanisme penjaringan peserta yang tersebar di berbagai kecamatan di seluruh Purworejo dengan menebar info kepada para kepala desa atau atau siapapun yang bisa menginfokan keluarga yang punya anak mau dikhitan!” kata H. Soegito kepada Reviens Purworejo di sela acara 11/9 lalu.

Aksi sosial itu sekaligus mendobrak tahayul menepis anggapan sebagian masyarakat yang meyakini bahwa 1 Muharram atau dalam penanggalan Jawa disebut 1 Suro merupakan hari yang mistis dan lekat dengan hal-hal yang menyeramkan. Bahkan sebagian besar warga masih percaya untuk tak menggelar acara apapun di bulan ini, misal acara pesta pernikahan, dll.

Di depan panggung tenda yang didirikan di lapangan perumahan tersebut tampil Grup Hadroh yang dimainkan oleh siswi SD N Bruno. Ratusan peserta yang mengenakan baju koko putih dan kain sarung yang diberikan oleh dermawan H. Soegito terlihat menanti dengan berbagai perasaan yang berkecamuk. Ada yang terlihat santai sesekali menirukan lagu yang dilantunkan grup Hadroh, namun tak sedikit yang terlihat cemas menanti giliran untuk disunat. Sementara dibalik tirai dan pintu 5 pos tempat sunat terdengar suara tangis dan jerit anak-anak kesakitan. Namun secara umum acara berlangsung lancar.

Dari usia yang paling muda yakni 2.5 tahun bernama Yunus bin Sartono dari Desa Banyuurip, sedang yang paling tua adalah usia 25 tahun, bahkan peserta yang menganut beragama selain Islam pun turut serta mendaftar dalam acara sunat massal ini.

Panitia Takmir Masjid Al Jihad terlihat sigap mengantisipasi ketegangan dan kecemasan yang melanda para peserta. Ini sudah kali yang ke -7. Untuk pendanaannya, warga bergotong-royong dan didukung penuh oleh seorang kontraktor Drs H Sugito. Sementara petugas medis didatangkan dari tim RS PKU Muhammadiyah Kutoarjo dan puskesmas terdekat.

Dari tahun ke tahun, antusias masyarakat terus meningkat. Peserta khitan tidak hanya dari wilayah sekitar Argopeni, melainkan juga berbagai wilayah se-Kabupaten Purworejo.

“Tahun lalu sekitar 137 anak. Tahun ini kita targetkan 150 peserta, yang mendaftar ada 153 anak,” kata H Pudjiono, Ketua Panitia Kegiatan yang juga menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo.

Menurut Pudjiono, 1 Muharram dipilih menjadi hari pelaksanaan khitanan massal untuk mengubah persepsi sebagian masyarakat bahwa 1 Muharram atau 1 Suro merupakan hari menakutkan dan harus dihindari untuk melakukan aktivitas. Padahal di dalam Islam, Muharram merupakan bulan penuh berkah dan pertolongan Allah SWT.

“Dampak positif dari kegiatan ini terlihat jelas, bahkan sudah meluas hingga ke tingkat kabupaten dan luar daerah,” kata Lurah Kutoarjo, Ahmadi Sunawar.

Selain khitanan massal, pada malam hari sebelumnya warga Argopeni juga menggelar pengajian akbar dengan pembicara KH Muhammad Mabrur dari Kebumen. Sesuai tema yang diangkat, pelenggara berharap bahwa momentum tahun baru Islam dapat mendorong masyarakat menyucikan hati dan menguatkan tekad untuk menggapai hari yang lebih baik dengan penuh ridha Illahi.

“Saya saat masa kecil juga ikut khitanan massal saat di Kota Malang, dan keluarga merasa sangat terbantu. Karena itu sekarang saya merasa terketuk untuk mengadakan sunatan massal,” ucap H Sugito. Inilah yang menginspirasi laki-laki asal Malang pemilik CV. Kawijaya ini untuk selalu berbagi tiap tahun menggelar Sunatan Massal gratis. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here