Mafindo Purworejo Bersama Relawan Sampaikan Tekad Perangi Hoax Kepada KSP

0
86

Reviens Purworejo,  Jakarta – Sebanyak 20 relawan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah) yang dipimpin ketuanya Septiaji Eko Nugroho bertemu langsung dengan Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko, yang didampingi oleh Deputi IV beserta tenaga ahli di Gedung Bina Graha , Jakarta 28 Agustus. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar advokasi Mafindo, mendorong issue penting bagi pemberantasan Hoax dan fitnah di ranah media sosial. Mafindo, sebuah Perkumpulan Independen, non profit, yang tumbuh dari bawah dengan pola crowdsourcing. Kebetulan beberapa relawan ada yang datang dalam audiensi ini dari beberapa kota, dengan dana sendiri, dari Makassar, Surabaya, Jombang, Purworejo, Yogyakarta , Solo, Bandung, dan Jakarta.

Mafindo dalam sebuah presentasinya menjelaskan aktivitas di bidang Factchecking, inovasi teknologi yang mereka rancang, kolaborasi seperti cekfakta.com, serta pendekatan multi dimensi yang didorong, dan memberikan masukan kepada KSP pengganti Teten Masduki itu terkait beberapa hal yang penting dilakukan segera.

Mafindo  mendesak supaya literasi digital dan literasi media dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional, secara gradual. Termasuk memperkuat net working gerakan literasi digital seperti Siberkreasi yang saat ini sudah didukung lebih dari 80 komunitas. Sekaligus menjadikan Ketahanan Informasi sebagai bagian dari konsep Bela Negara.

Perlu dibuka pintu dan akses sehingga proses saling getok tular ilmu literasi digital bisa segera berlangsung di sekolah, kampus, dan instansi kantor.

Mafindojuga meminta supaya pemerintah daerah aktif membangun ekosistem anti hoaks yang melibatkan Netizen, tokoh agama, tokoh publik, jejaring jurnalis untuk bersama melawan hoax, dengan Mafindo yg bersedia membantu mendukung teknologinya secara nonprofit.

“Kami sampaikan bahwa pendekatan melawan hoax haruslah multi dimensi, yang kami sederhanakan sebagai PGG,  yaitu Pintar (literasi), Guyub (rukun) dan Guyon (joke akrab familiar)). Guyub Guyon ini artinya mendorong gerakan silaturahmi yang melibatkan tokoh agama dan tokoh politik, dengan harapan ruang gema yang terbangun akibat segregasi dan polarisasi bisa semakin berkurang!” kata Zek

Kepala KSP menanggapi kehadiran dan presentasi kami dengan baik, sekaligus siap menghubungkan  dengan beberapa pihak terkait dengan usulan literasi digital.
Deputi IV menambahkan pentingnya mengajak tokoh agama, pesantren, dalam usaha kolaborasi melawan hoax, terlebih sudah ada fatwa MUI yang melandasinya.

“Haox sangat berbahaya meracuni bangsa menjadi pesimis, kita harus bergandeng tangan melawannya!” kata Jenderal TNI Purnawirawan, Moeldoko.

Mafindo sudah tersertifikasi oleh IFCN di mana merekai wajib melakukan factchecking secara transparan, sehingga siapapun boleh untuk memeriksa metodologi yang digunakan. Perkumpulan independen non profit ini telah meluncurkan situs cekfakta.com sebagai bentuk proses deteksi berita hoax dan aplikasinya di Android untuk memverifikasi infomrasi.

“Saat  me-ndebunk sesuatu yang dinilai haox, kami tidak melihat sumbernya apakah itu kontra atau pro pemerintah. Kami berharap ke depan, debat publik di media sosial semakin banyak yang menggunakan data dan fakta akurat, dan menjauhi fitnah dan hoaks!” kata Zek aktifis Mafindo.

Harapan ke depan,  audiensi ini membuka beberapa peluang untuk semakin kuatnya upaya gotong-royong memberantas hoax dan fitnah yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan merusak kedamaian negeri kita tercinta ini.

“Selama ini Mafindo Chapter Purworejo telah menjalin networking dengan berbagai pihak, seperti Kantor Kesbangpol, Dinas Kominfo, Polres, Kodim, Jurnalis, dan komunitas yang ada di Purworejo, KNPI, IPPNU dan lain-lain bersatu padu sepakat untuk melawan da menanggulangi sebaran hoax, fitnah dan ujara kebencian!” kata Dina Ketua Mafindo Chapter Purworejo meyakinkan. (Agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here