Ratusan Sopir Angkot Mogok Massal Protes Angkutan Berbasis Online

0
44
Ratusan angkot diparkir di depan kantor Bupati (rp/agam)

Reviens Purworejo – Ratusan sopir angkot sejak pagi memenuhi jalanan seputar Alun-alun Purworejo.  Mereka datang dari berbagai  trayek di Kota Berirama ini untuk  menggelar aksi demo dan mogok massal, Senin (27/8/2018). Mereka menggelar aksi ini sebagai  bentuk protes terhadap maraknya angkutan baik taksi maupun ojek berbasis online. Selain mogok beroperasi, massa aksi juga menggelar orasi di depan Kantor Bupati Purworejo.

Berbagai keluhan dan teriakan protes keberadaan dan beroperasinya angkutan berbasis online dilontarkan. Sejumlah sopir secara bergantian menyampaikan aspirasi. Ketua FKAP (Forum Komunitas Angkutan Purworejo) Suparjo mengatakan, pihaknya menganggap angkutan umum berbasis online merupakan angkutan yang belum syah di Purworejo artinya ilegal. Sehingga pihaknya secara tegas menolak angkutan umum yang tidak membayar retrebusi, non trayek dan tanpa pajak itu terus beroperasi.

“Mereka belum punya rule of game, dan belum memberi kontrihusi nyata buat pemkab. Mereka yang menggunakan online, sepertinya lebih enak. Dengan plat hitam, tanpa ijin trayek , tanpa retribusi, seenaknya sendiri beroperasi. Bahkan kini jumlahnya terus bertambah dan kalau terus dibiarkan akan menggusur angkutan umum di Purworejo”, kata Suparjo geram.

Eksistensi dan  beroperasinya angkutan berbasis online mengancam periuk para wak yang sudah jelas membayar pajak daerah, dan  nasib mereka semakin terjepit karena mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis. Banyak pengemudi ojek online yang mangkal di tempat strategis seperti sekolah-sekolah sehingga penumpang angkutan umum semakin berkurang. FKAP menuntut Pemkab Purworejo bisa bersikap adil untuk mengeluarkan aturan yang memihak kepada angkutan umum yang resmi.

Setelah mengelar orasi sejumlah perwakilan dari massa aksi kemudian dipersilakan masuk ke Kantor Bupati. Mereka diterima oleh salah satu pejabat dari Dinas Perhubungan Purworejo, Deasy Ari Wulandari. Disampaikan kepada para perwakilan sopir angkot, regulasi mengenai angkutan berbasis aplikasi menjadi wewenang dari pusat yakni Kementerian Perhubungan.

“Kita bersabar dulu ya tunggu saja, karena peraturan Permenhub nomor 108 tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, saat ini masih menunggu perubahan di tingkat MA”, kata Deasy kepada para wakil pendemo.

Akibat dari aksi demo dan mogok ratusan sopir angkutan umum di seluruh wilayah Purworejo ini mebuat jalanan terlihat sepi, hanya mobil pribadi dan motor yang terlihat di sana. Para  siswa sekolah yang biasanya menggunakan jasa mereka terpaksa harus diantarkan oleh orang tua atau wali mereka masing-masingm bahkan dibantu mobil dari institusi Polri dan Militer. Sebelumnya, dinas terkait  juga mengeluarkan surat edaran menganjurkan agar para orang tua untuk mengantar anaknya ke sekolah menyusual rencana aksi mogok sopir angkot.

“Saya tadi ikut naik mobil dari bantuan pak tentara bareng teman-teman untuk pulang ke rumah, terima kasih banget buat bapak-bapak tentara yang sudah sudi menolong kami. Meskinya mereka bisa berbagi rezeki kan rezeki  sudah diatur oleh Tuhan!” kata Maria salah seorang siswi sekolah menengah atas. (agam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here