Meriahkan Kemerdekaan RI Ke-73, SDN 1 Cangkrep Lor Ingatkan Limbah dan Mainan Tradisional

0
72
Permainan tradisional (rp/agam)

Reviens Purworejo – Dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-73, SDN 1 Cangkrep Lor – Purworejo  punya cara unik dan berbeda dalam membangkitkan semangat kepada para siswanya.  Sekitar 50 siswa dan wali siswa dlibatkan dalam kemeriahan yang digelar sepanjang momen Kemerdekaan tahun 2018 ini.

Dengan tema Energi dan Kerja, SDN 1 Cangkreplor mengeluarkan ciri khusus sekolah yang sudah disandang sebagai  Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat dan Sekolah Model. Dalam barisan karnaval yang digelar Pemkab Purworejo, para siswa mendaur ulang memfungskan bahan yang diangap sampah, memakai pakaian yang berasal dari bahan bekas. Pakaian tersebut dibuat oleh wali siswa dari bahan limbah plastik dan gelas aqua yang sudah tidak digunakan.Seperti yang kita ketahui plastik menjadi polutan paling berbahaya karena sulit diurai kembali.

Pada karnaval tersebut para siswa juga menenteng berbagai hasil karya seni limbah yang telah di daur ulang. Hasil daur ulang tersebut berupa bunga, vas, tas, keranjang, dan satu set gelas dari gelas aqua.

”Pada tahun 2018 ini SDN 1 Cangkrep Lor maju Sekolah Adiwiyata Nasional. Mohon do’a dan restunya kepada semua pihak untuk kelancaran kegiatan tersebut, kami juga mencoba mengingatkan akan polusi lingkungan yang diakibatkan oleh limbah plastik dalam momen ini“ kata ibu Sugiyarti, M.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 1 Cangkrep Lor, saat ditemui di sela-sela acara, 25 Agustus lalu.

Sebelumnya para wali siswa dilibatkan pula dalam  lomba membuat dan menyajikan bahan makanan dari limbah. Masing-masing kelompok kelas menyajikan 2 jenis masakan. Ibu-ibu dari Paguyuban Wali Siswa menyambut sangat antusias dan semangat dalam mengikuti lomba.

Hal tersebut terbukti pada saat ibu-ibu paguyuban memanfaatkan bahan limbah baik itu kulit pisang, kulit buah naga, kulit singkong yang sudah diolah dan disajikan dalam bentuk menu makanan yang menarik seperti sebuah display yang enak dilihat dan nikmati.

Pada waktu yang bersamaan, anak-anak juga mengikuti berbagi perlombaan tradisional yang hampir punah. Bagi kelas I,II,III lomba yang diikuti, memasukkan pensil ke botol, menggiring balon menggunakan kipas, lari kelereng memakai sendok dan memindahkan belut. Untuk kelas IV, V dan VI lomba yang diikuti balap karung, egrang, dan juga bakiyak. Hadiah lomba berasal dari Paguyuban Wali Siswa. Masing-masing kelas menyiapkan hadiah 1,2,dan 3.

“Kebersamaan yang lekat dengan permainan tradisional sudah mulai jarang kita temui. Pesan moral permainan ini lekat dengan jiwa kebersaman. Perlombaan tersebut membuktikan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan juga para wali siswa. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat berlanjut pada event penting yang akan datang” pungkas Sugiyarti, M.Pd.   (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here