Nasionalisme Dalam Sepotong Roti

0
51

Reviens Purworejo, Pituruh – Berbagai cara digelar masyarakat dalam merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, yang ke-73 di tahun 2018 ini.  Pentas seni, lomba dan permainan serta berbagai hiburan digelar dalam momen ini.

Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, juga turut serta dalam memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menggelar terobosan unik dalam sebuah Expo UMKM.

Saat memajang produk dalam sebuah display  stand pameran Usaha Mikro Kecil Menengah, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Pituruh, menggelar kuis berhadiah bagi warga masyarakat. Kuis itu berlaku bagi warga masyarakat yang mampu menyanyikan lagu-lagu nasional, mengucapkan teks proklamasi dan pancasila, mendapat hadiah satu tas paket berisi sembilan macam makanan hasil produksi Usaha Mikro Kecil Menengah, 23 Agustus di halaman Kantor Kecamatan Pituruh- Purworejo.

Ratusan warga dari berbagai desa yang berdatangan memenuhi arena expo dari kalangan orang tua, remaja hingga anak-anak mulai berkerumun siang itu di depan stand Roti Amira. Kuis yang digelar sehari itu menambah semarak suasana pameran Usaha Mikro Kecil Menengah di Kecamatan Pituruh. Terbukti puluhan paket makanan gratis itu habis dibagikan kepada warga masyarakat yang bisa menyanyikan lagu nasional tersebut. “Seneng banget ya, abis nyanyi langsung dapat satu paket roti, ada Lapis Amira, Tiramisu, Geblek Mbah Toipah, Kue Cucur, Sagon, Gula Jahe, Srundeng, Emping Melinjo, Tape, Bros dan Belut Goreng..!” teriak Elli warga Desa Prigelan kegirangan.

Pemilik usaha Roti Amira Bakery, Nuryanto, mengatakan bahwa kuis dengan bagi-bagi gratis makanan produk Usaha Mikro Kecil Menengah itu sengaja digelar untuk merayakan kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di lokasi expo.

Lagu-lagu nasional dalam kuis itu, adalah untuk menggelorakan semangat nasionalisme dan mengenang kembali jasa para pahlawan nasional yang telah menjual jiwa raganya  untuk memerdekakan Indonesia. “Selain mengingatkan kembali kepada warga masyarakat tentang lagu-lagu nasional, juga sebagai ajang sosialisasi dan promo produk Usaha Mikro Kecil Menengah kepada masyarakat,” katanya.

Nasionalisme itu bukan memang bukan soal hafal lagu perjuangan atau tahu sejarah semata, namun dalam mengisi kemerdekaan ini generasi muda era kini makin responsif menjawab tantangan jaman, membeli produk lokal mencintai produk sendiri merupakan bagian dari nasionalisme!” tambah Nuryanto. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here