Takmir Masjid Baitul Karim Usung Spirit Go Green, Makmurkan Masjid dan Berempati

0
66

Reviens Purworejo – Bahaya limbah plastik terlanjur menjadi isu internasiol, selain mengandung zat kimia berbahaya, plastik makin tak ramah lingkungan menjadi polutan karena sulitnya diurai. Takmir Masjid Baitul Karim Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo mengusung semangat Go Green mengingatkan bahaya plastik terhadap linkungan hidup dengan melarang penggunaan plastik untuk mengemas daging Qurban. “Kami sengaja menggunakan anyaman bambu berupa Besek untuk mengemas daging qurban yang kami bagikan, plastik secara akumulatif jelas menjadi masalah yang besar buat kelangsungan lingkungan hidup manusia, kecuali bisa mengangkat home industry anyaman bambu, setidaknya kita mencoba menyelamatkan generasi yang akan datang!” kata Wahyu Hidayat, SH, ketua panitia Qurban kepada Reviens, Purworejo Rabu (22 Agustus)

Pemilihan besek menjadi pengganti tas kresek merupakan bentuk usaha warga setempat mengurangi limbah plastik yang tidak ramah lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan.

Ini komitmen kita bersama untuk mengkampanye spirit Go Green dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Kampanye tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, sebab tas kresek hitam mengadung karsinogen sehingga jika digunakan dikhawatirkan akan mengkontaminasi daging korban dan bila dikonsumsi akan membahayakan kesehatan.

Sekitar  300 Besek Pithi (Besek Kecil) disiapkan sebagai kemasan daging  12 hewan kambing yang akan disembelih. Besek yang sudah diberi alas daun pisang itu kemudian dibagi kepada masyarakat tanpa campur tangan plastik sedikitpun. Mereka langsung menerima daging yang telah dikemas rapi dengan besek. Ratusan Besek ini dibeli di Desa Bener yang memang dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu.

Tahun ini kecuali berhasil menghimpun 12 hewan kambing kurban, panitia juga berhasil mengumpulkan dana swadaya dari infak warga guna membeli mobil jenis Suzuki APV bernopol AD 9198 GM untuk dijadikan ambulan melayani masyarakat yang membutuhkannya. Ambulan diserahkan secara simbolis oleh ketua panitia kepada ketua Takmir Masjid  Baitul Karim, KH. Zulfikar Akhmad, S. Ag, selepas  ibadah solat Idul Adha. Diharapkan ambulan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Keberadaan mobil ambulan sangat penting bagi masyarakat di sini. Alhamdulillah hanya dalam waktu enam bulan waktu penggalangan dana swadaya, kita berhasil membeli mobil ambulan,” tambah Wahyu Hidayat.

Takmir Masjid Baitul Karim Desa Brenggong terus mencoba memakmurkan masjid dengan berbagai cara, mulai dari merenovasi atap, tempat wudhu, pengadaan mobil ambulan, hingga agenda untuk mengadakan alat transportasi yang bisa dirental dengan membuka  diri kepada para investor. Hari itu Takmir berhasil menghimpun donasi sekitar Rp. 600.000 untuk para korban bencana gempa bumi di Lombok. Ada spirit Go Green, usaha produktif dan kepedulian berbagi yang selalu disuarakan  oleh Takmir Masjid Baitul Karim Desa Brenggong – Purworejo. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here