Giliran Desa Gunung Condong Gelar Merti Desa, Sekitar 7.500 Ayam Panggang Dibagikan

0
390
Sekitar 7.5000 Ayam Panggang Dibagikan ke Masyarakat Pada Merti Desa (Rp/Agam)

Reviens Purworejo, Bruno – Sekitar 7.500  ayam panggang ditata rapi menyerupai gunungan bersanding dengan hasil bumi seperti sayuran kacang panjang, Timun, Pete, Jengkol, Apel, Tomat dan Nanas, pada puluhan Ambeng (Ancak) di sepanjang jalan Desa Gunung Condong Kecamatan Bruno, di Purworejo, Jawa Tengah. Sebelumnya desa tetangga yakni Desa Pamriyan Pituruh yang meggelar acara ini, kini giliran Desa Gunung Condong yang menjadi penyelenggara Merti Desa. Acara ini merupakan tradisi yang dipercaya sudah berumur ratusan tahun. Hal tersebut juga sekaligus untuk memeriahkan HUT RI ke 73.

Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang melimpah diwujudkan masyarakat Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno dengan menggelar tradisi merti desa pada Senin (13/8/2018). Tradisi lama unik ini bertepatan dengan atmosfir  kemeriah Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI yang ke – 73.

Sekitar 7.5000 Ayam Panggang Dibagikan ke Masyarakat (Rp/Agam)

“Tradisi yang  dikenal dengan sebutan Merti Desa ini  merupakan agenda 3 tahunan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak jaman dulu. Gelaran yang juga menjadi destinasi wisata itu juga bertujuan untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki. Budaya yang harus di uri-uri ini megandung pesan moral akan rasa syukur dan kepedulian untuk selalu berbagi, di sini warga desa yang bertetangga saling mengundang dan memberikan hasil bumi juga ayam pangang tersebut!” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo.

“Bertepatan dengan perayaan  Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 73, acara ini makin meriah, warga diajak berlomba menampilkan Ambeng dengan hiasan seindah dan seunik mungkin,  untuk diambil juara 1 2 dan 3 yang akan mendapat hadiah,” tambah Agung Wibowo.

Dalam merti desa tahun ini  warga berhasil membuat  sebanyak 47 buah Ambeng. Puluhan ancak itu berisi ratusan ayam panggang dan diperkirakan jumlah ayam panggang seluruhnya mencapai 7.500 ekor, lebih banyak dibanding jumlah yang digelar di Desa Pamriyan sebelumnya yakni 5.000 ayam panggang.

Seperti biasa ada ritual yang harus dilakukan yakni,  para sesepuh desa telah mengunjungi seluruh punden atau tempat-tempat yang dikeramatkan untuk memohon izin bahwa Merti Desa akan digelar.

Sekitar 7.5000 Ayam Panggang Dibagikan ke Masyarakat (Rp/Agam)

“Saya suka acara unik ini dan saya sudah lama menanti jauh-jauh hari untuk bisa datang ke sini, ini bentuk keramahan lokal yang harus dijaga, ada banyak pesan moral positif yang tersirat di sini, rasa syukur transendental, peduli sesama ..dan mempertemukan banyak warga dalam era digital maupun medsos yang cenderung antisosial…lihat saja mereka berbagi dan bercengkarama akrab dengan tetap men jaga ketertiban!” kata Leandro wisatawan asal Jakarta.

Warga secara tertib dari desa tetangga yang diundang melakukan antrian dengan kupon di tangan. Tak ada rebutan dan gunungan yang sia sia seperti acara Grebeg gunungan yang biasanya diacak-acak dalam kerumunan massa yang cukup banyak itu. Mereka pulang membawa karung berisi dua potong ayam panggang dan sayur mayur serta buah-buahan untuk dibawa pulang ke rumah buat sanak keluarga di rumah. Acarapun secara umum relatif aman dan terkendali tanpa suatu aral berkat kesigapan aparat Polsek dan Koramil Bruno yang bersinergi dengan warga. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here