Purworejo Siap Menuju Era Petani Digital

0
102

Reviens Purworejo – Terlanjur dikenal sebagai surplus Padi, Kabupaten Purworejo berusaha selalu menjaga kontinyuitas peningkatan produksi pertanian melalui berbagai program dan inovasi pertanian. Adanya program ekonomi kerakyatan, di sektor pertanian yakni Petani Go Online, diharapkan bisa makin menjadikan para petani hidup dan sejahtera di era yang serba digital ini.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH saat membuka kegiatan fasilitasi Petani Go Online dengan Tema “Transformasi Edukasi Penyuluh Digital di Kabupaten Purworejo”  Kamis sampai Jumat (2-3 Agustus). Acara yang  berlangsung di Ruang Arahiwang Setda Purworejo itu dihadiri Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Septriana Tangkasi SE MM, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Purworejo (DINPPKP) Kab Purworejo Ir. Bambang Asmara Jati M Eng, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kab Purworejo.

Wabup mengatakan, dengan aplikasi Informatika, maka  Kabupaten Purworejo telah melakukan lompatan kedepan lebih awal dibanding kabupaten yang lain. Utamanya dalam menerapkan sistem penyuluhan pertanian digital, yang diharapkan akan membuat catatan sejarah bagi kemajuan pembangunan pertanian juga kemajuan sumberdaya manusia khususnya bagi para petani.

Direktur Kementerian Kominfo RI Septriana Tangkasi SE, MM mengatakan, pembangunan pemerintah di bidang pangan dapat dilakukan dengan pemberdayaan petani melalui pemanfaatan teknologi yang diwujudkan dalam program Petani Go Online yang dilaksankan oleh Dirjen Aptika untuk menjalankan fungsi koordinasi sebagai enabler melalui kerjasama dengan para pemangku kepentingan.

Menurutnya, program petani go online bermaksud untuk memberikan solusi atas isu-isu yang dihadapi petani melalui pemanfaatan aplikasi mobile yang tepat. Pelaksanaannya bukan dengan membuat aplikasi pertanian baru melainkan dengan pemanfaatan dan pemberdayaan aplikasi yang telah dikembangkan oleh industri informatika. “Yang menjadi fokus pemberdayaan dari aplikasi pertanian ini mencakup 3 aplikasi yakni aplikasi informasi pengendalian stok nasional, aplikasi penyuluhan pertanian berbasis online, dan aplikasi market place pertanian online”, jelas Septriana.

Sementara itu Kepala DPPKP Ir. Bambang Asmara Jati M Eng mengatakan, kegiatan ini diikuti 480 orang dari petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaten Purworejo yang dilaksanakan dalam dua hari Kamis dan Jumat. Petani Go Online merupakan program nasional yang menargetkan 1 juta petani untuk menggunakan aplikasi ini.

Menurutnya, dengan program  Petani Go Online, petani akan diuntungkan. Apalagi luas lahan pertanian di Kabupaten Purworejo mencapai 87.105 hektar,  dengan tipologi fisik dasar yang beragam dan unik, terdiri dari pegunungan, perbukitan, lembah dan juga pesisir. Dengan kondisi tersebut, maka hasil produk pertanian juga beraneka ragam mulai dari tanaman pangan, holtikultura, sayuran, palawija, ternak dan ikan. Hal tersebut akan menghasilkan produk hasil yang beragam.

Robert Pangestu, Head of Government Relation dari 8 Villages, menyatakan perusahaan rintisan yang berfokus pada sektor agrikultur, meluncurkan aplikasi yang  dapat menghubungkan antara petani dalam komunitas Layanan Informasi Desa (Lisa) dengan para pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga para praktisi lapangan untuk saling bertukar informasi dan permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.

Aplikasi ini  bertujuan untuk memberikan kemudahan untuk para petani dalam bertukar informasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan seperti menanam dengan efektif hingga cara meminimalisir kegagalan dalam bercocok tanam. (Agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here