Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Dalam Bidang Hukum

1
66

Reviens Purworejo – Kemampuan fungsi organ tubuh yang terbatas para penyandang disabilitas (Difable) menjadi ironi tersendiri saat mereka hendak memasuki dunia kerja ditolak secara halus maupun terbuka. Banyak dari mereka yang sebetulnya cakap dibidang tertentu sudah merasakan pahitnya terlebih dahulu ketika dunia kerja hanya melihat dari penampilan fisik luar yang tak sempurna.

Ironi inilah yang melatar belakangi, Paralegal Disabilitas Purworejo (PDP) untuk memberdayakan posisi dan menguatkan para kaum Difable, dalam bidang hukum ketenagakerjaan. Sebutan Paralegal adalah para penyandang disabilitas yang telah mendapat bekal mengenai ilmu bidang hukum.

“Saya pernah mencoba mendaftar ke sebuah tepat di Purworejo, saya menguasai design dengan latar belakang kemampuan IT yang teruji, namun saat masuk bawa lamaran, sudah ditolak secara halus..maaf belum ada lowongan..atau ya nanti saya kabari!” kata Fitrianto (35th), salah seorang penyandang disabilitas kecewa.

Puluhan kaum disabilitas dari seluruh Purworejo, berkumpul untuk mendapatkan masukan dari para narasumber yang kompeten di bidang hukum di antaranya, Yunus, SH (Organisasi bantuan Hukum Yayasan Adil Indonesia) dan Tri Sunartini (Mediator Hubungan Industrial), Senin (30/7) di Gedung Tim Penggerak PKK Purworejo.

Tri Sunartini lebih banyak mengungkap dasar hukum ketenagakerjaan di Indonesia yakni, Pancasila, UUD 1945 pasal 27 ayat 1 : “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dan UU No. 13 tahun 2003.

Yunus yang mendapat waktu terakhir dan durasi pendek, memberikan kisah dan analogi menarik tentang seorang intelektual yang ahli namun lebih berkutat hanya pada teori sedang bepergian dengan seorang tukang perahu. Si Tukang Perahu yang selalu dianggap sebelah mata dalam ilmu akademik yang bersifat teoritis menunjukkan kemampuannya manakala perahu oleng dan tenggelam. Intelektual yang tak bisa berenang, akhirnya diselamatkan oleh Tukang Perahu. Pesan moralnya buat para kaum disabilitas, jangan pernah merasa rendah diri dan introvert saat menjawab tantangan hidup.

“Harapan kami semua yang datang bisa menyerap ilmu yang diberikan narasumber dan memahami hukum serta menjadi motivasi yang lebih baik ke depannya, seperti paralegal yang terlebih dahulu mendapat bekal bidang hukum.” Kata Agus Permono, Ketua Paralegal Disabilitas Purworejo. (agam)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here