Dorong Gemari, Sejumlah Komunitas Ramai-ramai Tebar Benih Ikan

0
194

Reviens Purworejo, Plaosan – Bertepatan dengan peringatan Harganas (Hari Kelaurga Nasioanl) ke- 25 yang dipusatkan di Kabupaten Purworejo 25 Juli 2018,  Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jateng menebar benih ikan di beberapa titik. Sekitar 800.000 benih ikan dari berbagai jenis yakni Tawes, Nila, Grass Carp, dan Karper, dalam beberapa kantong plastik diangkut para aktifis peduli sungai di Purworejo menuju pinggir Sungai Bogowonto, tepatnya di Kedung Prahu Kampung Plaosan.

“Kami jadwalkan pas dengan peringatan Harganas dan Gemar Makan Ikan yang digalakkan pemerintah, kami merangkul beberapa komunitas untuk selalu menjaga kelestarian sungai di Purworejo dengan menebar benih ikan.” kata Mustopo, ST Kasi Usaha dan Daya Saing Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Purworejo.

Beberapa komunitas peduli kelestarian sungai adalah, Muda Ganesha ’89 (alumni SMA Negeri 1 Purworejo), Mancing Mania Purworejo (MMP), didukung pula oleh para Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Koramil Purworejo, Penyuluh Pertanian dan Perikanan dll. Mereka ke depan diharapkan bersatu padu bersinergi menjaga kelestarian alam, sungai yang ada di Purworejo, termasuk memerangi penangkapan ikan dengan racun, peledak, dan stroom. “Ada sepuluh titik yang tersebar di kawasan Purworejo diantaranya, Gebang, Jogoboyo, Bendung Boro, Kedung Loteng, yang menjadi tempat menebar benih ikan, mumpung debit air yang agak surut, jadi arus air juga relatif tenang, ikan tak akan terbawa arus besar!” tambah Mustopo kepada Reviens Media.

 

Purworejo merupakan  salah satu pemasok hasil ikan yang cukup banyak dikarnakan memilikim aliran sungai yang terjaga,  banyak tambak ikan, udang dan hasil laut dari pantai selatan. Namun hal itu tidak sebanding dengan konsumsi ikan bagi masyarakat Purworejo. Konsumsi ikan di masyarakat Purworejo 19 kg/orang dalam satu tahun. Hal ini Termasuk masih rendah di bawah standar. Standar ideal konsumsi ikan satu orang dalam satu tahun adalah 26 kg, seperti standar provinsi Jawa Tengah menurut riset tahun 2017 lalu.

“Hasil perikanan dan tangkapan nelayan lebih banyak menyuplai ikan untuk dijual diluar kota, hingga sedikit yang masuk di Purworejo, dipengaruhi pula dengan keluarga yang masih belum menyediakan atau sadar manfaat konsumsi ikan,” ungkap Mustopo, ST seusai pelepasan benih ikan di sungai Bogowonto, tepat nya di Kedung Prau Plaosan.

Acara yang di fasilitas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng ini disambut baik oleh para aktivis peduli kelesarian alam dan sungai. Ikan yang di tebar sebanyak 768.000 benih ikan, hal itu dilakukan selama 2 hari tanggal 24-25 Juli. Mereka bersama mengkampanyekan UU No. 31 Tahun 2004 jo UU No. 45 Tahun 2006  (pasal 84) tentang Perikanan, yakni larangan menangkap ikan dengan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak, alat strum. Untuk para pelaku akan dikenai sanksi hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda 1,2 Milyar Rupiah. (agam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here