Nyaris Gagal Panen, Warga Purworejo Pasrah

0
84
Mengaliri sawah menggunakan mesin pompa air (diesel)(Sodiq)

Reviens Purworejo, Banyuurip – Sejumlah petani hanya bisa pasrah sekarang. Kemarau yang cukup panjang membuat lahan petani kekeringan. Perhitungan masa tanam yang mundur juga menjadi salah satu sebab tanaman padi di sawah tidak sepenuhnya mengkonsumsi air secara cukup. Akibatnya banyak petani yang nyaris alami gagal panen.

Usaha maksimal sudah dilakukan para petani, tapi apa daya mereka hanya bisa berserah. Mengingat biaya operasional dari masa tanam sampai sekarang sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, para petani pun tetap berusaha agar tak gagal panen. Hasil panen juga sudah dapat diprediksi tidak sesuai harapan, mengingat sulitnya air saat ini.
“Kami sudah mengeluarkan biaya banyak, apa pun caranya akan kami usahakan agar tanaman padi kami dapat dipanen”, ucap Heru. (23/07/2018)

Beberapa tanaman padi yang benar-benar sudah tidak mendapat air kini terlihat layu dan menguning. Namun ada sebagian petani yang menggunakan mesin pompa air (diesel) untuk mengaliri sawahnya, dengan harapan tanaman padi yang mereka tanam kembali hijau. Biaya penggunaan mesin pompa air ini sebenarnya terjangkau, namun jika menggunakannya berkali-kali mereka merasa berat. Pengeluaran untuk operasional sawah dengan pendapatan petani kali ini diperkirakan hampir sama.

Apapun hasilnya semoga petani kita diberi ketabahan dan senantiasa dapat bersyukur. Semoga musim tanam ke depan hasilnya akan berlimpah. Dan untuk masa panen sekarang ini dari semua pihak diharapkan juga dapat belajar, agar ke depan dapat lebih baik lagi. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here