Pentingnya Study Banding untuk Kemajuan Sebuah Desa

0
264
Laskar Bagelen dan karang taruna melakukan foto bersama saat kunjungan studi banding

Reviens Purworejo – Setiap desa pada hakekatnya memiliki potensi yang dapat membawa perubahan di desanya, tinggal bagaimana Pemerintah Desa, Karang Taruna, dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi desa menjadi sebuah peluang untuk kemajuan desanya.

Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Purworejo pada khususnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan di suatu daerah, dalam hal ini kabupaten. “Tanpa adanya pembangunan di desa, niscaya daerah tersebut selalu tertinggal dan denyut nadi perekonomian pun kurang maju”, ungkap Dwi Santoso selaku warga Purworejo, dan juga Ketua Laskar Bagelen korwil Bagelen.

Dalam memajukan sebuah desa, jajaran pemerintah desa, dan masyarakat tidak cukup mengandalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) masyarakat, namun perlu dan penting diadakannya studi banding ke desa satu kabupaten yang lebih maju, ataupun desa-desa lain lintas kabupaten yang memiliki pengalaman dalam mengelola potensi desa. “Guna melakukan studi banding adalah menimba ilmu, kiranya apa trik yang membuat desa atau daerah itu maju dan berhasil, yang kemajuannya ternyata dilakukan tidak hanya dari Pemerintah Desa juga oleh Karang Taruna”, ungkapnya.

Senada dengan Dwi Santoso, Budi Sunarko salah seoarang warga Purworejo perantauan dan ketua Laskar Bagelen korwil Yogyakarta yang telah menginisiasi diadakannya studi banding “Laskar Bagelen dan Karang Taruna desa di kecamatan bagelen ke wisata Alam Puncak Sosok, Bawuran, kecamatan Bantul, Yogyakarta (15/7/2018) lalu mengungkapkan dengan diadakannya studi banding, bertujuan menggali ilmu tentang bagaimana membangun potensi wisata alam, dan berharap dengan adanya kegiatan ini kedepannya Karang Taruna di masing-masing desa bisa bekerjasama dengan PEMDES setempat dan bersinergi dengan Laskar Bagelen dalam membangun dan mengembangkan potensi wisata alam di wilayah Kecamatan Bagelen.

Juga penting sinergitas antarlapisan masyarakat dan komunitas/paguyuban lokal guna mengembangkan potensi lokal, seperti yang dilakukan oleh para Laskar Bagelen ini yang telah menginisiasi studi banding dengan mengajak Karang taruna untuk belajar langsung dengan daerah yang lebih dahulu berhasil dalam pengelolaan potensi lokal. “Laskar Bagelen akan memotivasi setiap pemuda desa untuk mengaktifkan kembali Karang Taruna secara gerilya selanjutnya melakukan pertemuan guna membahas potensi daerahnya masing-masing, karena pada dasarnya Karang Taruna juga sebagai ujung tombak pembangunan desa”, ujar Dwi Santoso.

Setelah melakukan upgrade ilmu dan pengalaman lewat studi banding, juga penting bagi Pemerintah Desa, dan jajaran yang mengelola suatu potensi fokus dalam menggarap potensi yang akan ditonjolkan agar hasil yang didapat lebih maksimal dan lekas mendapatkan pemasukan dari apa yang sudah dikerjakan.

Reporter: Chodri, Winarni
Editor: Muh Khoirudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here