Tumbuhkan Kebanggaan Menjadi Petani, Seniman Purworejo ini Adakan Festival INIS

0
71
Pasar ini di sawah (dok pribadi)

Purwodadi: Demi penguatan dan menumbuhkan kebanggan warga desa sebagai petani, dan menjaga desa Brondongrejo sebagai lumbung padi dan pengembangan potensi desa guna mensukseskan Romansa Purworejo 2020, Yayasan Bintang Kidul tergerak mengadakan Festival bertajuk INIS (The Soul of Java), Sabtu dan Minggu (24-25/03/2018) di Sawah Timur, desa Brondongrejo, Purwodadi.

“FESTIVAL INIS (The Soul of Java) memaknai kembali sawah sebagai pertiwi. Festival berbasis komunitas ini adalah hasil sinergitas Pemdes Brondongrejo dengan Yayasan Bintang Kidul didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Semua perhelatannya diadakan di sawah. Mengangkat semua potensi Desa yang terlahir dari jiwa agraris mereka”, ujar Purnomo selaku panitia acara.

Menurutnya agenda disesuaikan dengan “dunia sawah”, musim membajak, menanam, merawat hingga panen, dan gelaran pertama kemarin adalah hajat panen raya. “Tema yang diangkat beragam namun tetap berpijak pada jiwa Jawa agrarisnya. Tema yang diangkat pertama kemarin adalah “Bangga Menjadi Petani, bahagia mengolah hasil tani” dengan mengadakan Lomba Kuliner berbahan dasar singkong”, tambahnya.

Kenapa mengangkat sawah, Purnomo menjelaskan bahwasanya sawah adalah rumah. “Kita sadari sekarang, betapa jiwa Jawa terkikis karena beralihnya kaum agraris menjadi industrial. Contoh kecil, jiwa sabar. Petani merawat padi mereka & bersabar menati panen 6 bulan kemudian. Gotong royong juga ada, jiwa berbagi yang tersimbolkan pada “wiwit” sangat jelas”, namun sayang semua memudar”, ucapnya.

Nginis sendiri adalah aktivitas mencari udara segar, inis adalah kata sifatnya, airy (english) aktivitas nginis sangat sederhana, sebuah akfitivas yang tidak terncana tapi selalu melahirkan dialog segar & akrab, rapat mewah (mepet sawah) bisa terwujud secara instan, namun menghasilkan kesepakatan luar biasa karena semua dilandasi sikap toleransi.

“Antusias masyarakat dalam acara yang baru diadakan pertama kali ini sangat luar biasa, dan dukungan pemerintah pun sangat mendukung, baik secara strategi maupun wujud trophy bergilir agar festival tetap terselenggara kedepannya”. Insya Allah, atas izin Tuhan YME kami bergandeng tangan menyelengarakan rutin dengan 2 bingkai : Festival besar : Disesuaikan agenda petani Desa, bisa 3 atau 4 bulan sekali, Festival kecil : Car free day tiap minggu”, ujarnya.

Dengan diadakannya acara ini diharapkan menguatkan kembali kebanggan warga sebagai kaum petani, peningkatan ekonomi. Selanjutnya, akan penandatanganan MOU kerjasama Pemerintah Desa Brondongrejo dengan Yayasan @bintangkidul untuk pendidikan, seni budaya, olahraga, pengembangan Desa Brondongrejo sebagai desa Budaya.(Cc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here